Syukurku di Hari Ini
0
hari ini adalah sebuah pengulangan. pengulangan setiap napas sejak 19 tahun yang lalu. ketika pertama kali aku yang belum mengenal apa-apa di tempat yang penuh dengan apa-apa. yang semakin hari membuatku semakin menjadi manusia pada hakikatnya. aku yang dulu hanya beberapa puluh centimeter panjangnya, berapa kilo beratnya, tapi ada detak jantung di nadi dan dada. yang hanya bisa meronta dan meminta, merengek dan tersedu-sedu ketika bapk ibu tak menuruti mauku. kini, seiring bertambah banyaknya pengulangan-pengulangan dalam hidupku, aku semakin tahu. betapa kecilnya aku, aku bukan lagi bayi di depan cermin perilaku. aku kerdil dengan jubah compang-camping agama. tapi aku masih tahu Tuhan, karena Dia masih memberiku tempat bicara tentang sesuatu yang terkunci dari kasat mata siapa saja. hanya padaMu semata.
bolehkah aku berkata, semakin banyak perulangan aku semakin sadar tentang pentingnya hidup dan menghidupkan hidup. yang harus dijalani dengan santai penuh strategi. aku bukan munafik yang tidak hedonis. bagiku, yang telah menua, esok adalah hari penuh tanda tanya yang semakin terlihat alurnya, semakin jelas aku harus jadi wonder women di era yang semakin menggila... terimakasih pada semua kekasih yang melimpahiku kasih hingga aku sanggup mengasihi, dan padaMu kekasih sejati.
bolehkah aku berkata, semakin banyak perulangan aku semakin sadar tentang pentingnya hidup dan menghidupkan hidup. yang harus dijalani dengan santai penuh strategi. aku bukan munafik yang tidak hedonis. bagiku, yang telah menua, esok adalah hari penuh tanda tanya yang semakin terlihat alurnya, semakin jelas aku harus jadi wonder women di era yang semakin menggila... terimakasih pada semua kekasih yang melimpahiku kasih hingga aku sanggup mengasihi, dan padaMu kekasih sejati.