Bersama Laju Malioboro Express
0
Yang menyenangkan dari naik kereta itu, bebas polusi dan asap, bebas macet, dan kalau perjalananya masih dengan matahari, jalan sepanjang Blitar-Jogja itu indah sekali! Hamparan sawah, rumah-rumah kerdil di sekitar Madiun, mengingatkanku untuk pandai bersyukur. Tuhan menciptakan kita dengan segala takdirnya, kaya dan tidak. Allah menitipkan hidup pada kita untuk dinikmati dan tetap pada jalannya.
Aku mungkin pandai membual, tetapi sawah-sawah ini memang indah sekali. Di sini surga bagi mereka yang pandai bersyukur! Yang ada adalah kedamaian dan tidak ada hidup sok-sok an. Bentangannya mengingatkanku pada luasnya harapan yang sebenarnya ada. Tuhan tetap menciptakan kesederhanaan di pinggir-pinggir urban yang kita geluti setiap hari. Perjalanan ini terlalu sia-sia jika dilewatkan dengan tidur. Seperti hidup, akan sia-sia jika kita hanya bertahan di zona aman, karena kita pasti bisa menciptakan yang lebih dan lebih. Tak ada hari yang sama , tidak ada ketidakberuntungan, selama masih ada kepercayaan bahwa Tuhan pun mengasihi kita. Pohon pun bisa hidup saat kemarau yang begitu terik. Sudah sepantasnya manusia bisa melewati terik masalah dan duka. Karena dia tidak memberi duka yang berlebih, semua sudah pada porsinya. Tak kurang, tak lebih .. Hidup... sedamai menikmati perjalanan ke tempatmu dalam gerbong kereta.
#Renungan diatas rel
Aku mungkin pandai membual, tetapi sawah-sawah ini memang indah sekali. Di sini surga bagi mereka yang pandai bersyukur! Yang ada adalah kedamaian dan tidak ada hidup sok-sok an. Bentangannya mengingatkanku pada luasnya harapan yang sebenarnya ada. Tuhan tetap menciptakan kesederhanaan di pinggir-pinggir urban yang kita geluti setiap hari. Perjalanan ini terlalu sia-sia jika dilewatkan dengan tidur. Seperti hidup, akan sia-sia jika kita hanya bertahan di zona aman, karena kita pasti bisa menciptakan yang lebih dan lebih. Tak ada hari yang sama , tidak ada ketidakberuntungan, selama masih ada kepercayaan bahwa Tuhan pun mengasihi kita. Pohon pun bisa hidup saat kemarau yang begitu terik. Sudah sepantasnya manusia bisa melewati terik masalah dan duka. Karena dia tidak memberi duka yang berlebih, semua sudah pada porsinya. Tak kurang, tak lebih .. Hidup... sedamai menikmati perjalanan ke tempatmu dalam gerbong kereta.
#Renungan diatas rel
